Skip to main content

Dimanakah Semangatmu Dahulu?



Hidup tanpa antusias & semangat laksana masakan tanpa penyedap rasa, hidup jadi hambar tidak asin tidak pula pahit, entah apa yang dirasa. Ketika perlahan antusias mulai pudar, tiada kehampaa lain melainkan hilangnya semangat gairah hidup. Sebab dengan gairah tersebutla yang kan mewarnai keindahan hari laksana pelangi yang memancar warna warni dilangit asri. Laksana panorama yang menyejukkan pandanga dan Sukma.

Kini, perlahan, gairah tersebut menjauh, ia berlari entah kemana menjauhi raga yang hampa. Entah apa yang dicari, entah apa yang dirasa. Gairah tersebut telah merantau tinggalka raga nan hampa

Duhai Diri, rasanya malu tatkala Malaikat senantiasa mencatat setiap prilakumu, namun harimu kau poles dengan rasa malas tak berenergi

Duhai hati, rasanya tak pantas tatkala Rabb mu melihat dalam kegalauan yang tak berujung, tatkala kehampaan tak berbekas.

Duhai sang Pemimpi, pedih terasa saat impia terpampang nyata dalam tinta yang kau coret namun gairah tuk membuahkan ikhtiar telah pudar

Mau kau bawa kemana jasad ini bilamana raga tak lagi berfungsi?

Ingatlah diri, ada sejuta karya yang tengah menanti
Ada setumpuk mimpi yang menunggu genggaman

Kembalilah duhai diri, kembali menjadi Hambanya yang penuh energi tuk raih setumpuk mimpi yang menanti, tuk ciptakan karya yang menginspirasi

Semoga harimu penuh warna warni laksana pelangi

Surabaya, 12 April 2018

Comments

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Begini Cara Mengajak Anak agar Mencintai Al-Qur’an

Penulis : Bintun Nuqthoh         Sebagai orang tua, tentulah kita mengharapkan yang terbaik untuk buah hati kita, agar buah hati kita menjadi anak yang sholih sholihah, yang bisa berguna untuk agama, bangsa dan negara, menjadi anak yang bisa menjadi contoh dan panutan untuk adik-adiknya, menjadi anak yang berkepribadian luhur sebagaimana yang Rasul ajarkan kepada umatnya.  Menjadi orang tua muslim, pastilah mendambakan sang buah hati bisa mencintai Rabb nya, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai Al-Qur’an. Terlebih saat buah hati tersebut bisa menghfal Al-Qur’an, tentulah menjadi kebahagiaan terdahsyat dalam hati orang tua tersebut, karena sebagaimana yang kita ketahui bersama tentang keutamaan orang mencintai Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, maka ia akan datang kepada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.  Dan dengan kemuliaan Al-Qur’an bagi para penghafalnya, kelak ia bisa menjadi syafa’at dan bisa menolon...