Skip to main content

Begini Cara Mengajak Anak agar Mencintai Al-Qur’an

Penulis : Bintun Nuqthoh 


       Sebagai orang tua, tentulah kita mengharapkan yang terbaik untuk buah hati kita, agar buah hati kita menjadi anak yang sholih sholihah, yang bisa berguna untuk agama, bangsa dan negara, menjadi anak yang bisa menjadi contoh dan panutan untuk adik-adiknya, menjadi anak yang berkepribadian luhur sebagaimana yang Rasul ajarkan kepada umatnya. 

Menjadi orang tua muslim, pastilah mendambakan sang buah hati bisa mencintai Rabb nya, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai Al-Qur’an. Terlebih saat buah hati tersebut bisa menghfal Al-Qur’an, tentulah menjadi kebahagiaan terdahsyat dalam hati orang tua tersebut, karena sebagaimana yang kita ketahui bersama tentang keutamaan orang mencintai Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, maka ia akan datang kepada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya. 

Dan dengan kemuliaan Al-Qur’an bagi para penghafalnya, kelak ia bisa menjadi syafa’at dan bisa menolong 10 anggota keluarganya yang telah ditetapkan masuk neraka. 

Nah, berikut beberapa tips agar buah hati kita menjadi anak yang mencintai Al-Qur’an : 

1.Berdo’a kepada Allah SWT agar Allah melembutkan hati anak kita & menjadikannya sebagai orang yang mencintai Al-Qur’an 

    Do’a adalah senjatanya orang mukmin, karena dengan kekuatan do’a sesuatu yang terlihat biasa akan menjadi luar biasa, dengan keberkahan do’a sesuatu yang nampaknya mustahil terjadi bisa terjadi, itulah dahsyatnya sebuah do’a, karena dengan berdo’a berarti kita mengakui bahwa kita sebagai hamba lemah tanpa bantuan dan kekuatan dari Allah SWT, dan Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang senantiasa berdo’a dan mengadu semua urusannya kepada-Nya. 

2.Memberikan Contoh kepada anak dengan senantiasa membaca Al-Qur’an setiap hari, meski sedikit tapi istiqomah 

      Orang tua merupakan role model/ model proffesional bagi anak, bagaimana sikap kita, tutur kata kita akan ditiru oleh anak-anak kita, karena orang tualah orang yang pertama kali menjadi guru bagi anak, terlebih seorang ibu. Ibu merupakan madrasah/sekolah pertama untuk anaknya, maka dari itu, berikanlah contoh terbaik kepada anak-anak kita dengan prilaku dan tutur kata terbaik, karena anak hebat akan lahir dari seorang wanita dan orang tua hebat, jika ingin memiliki anak yang mencintai Al-Qur;’an terlebih dahulu jadikan diri kita untuk mencinta Al-Qur’an. 

3.Setiap anak pulang sekolah, sambutlah ia dengan sambutan hangat, Peluklah ia dengan Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an 

      Anak-anak akan sangat senang tatkala pulang sekolah disambut dengan pelukan kasih sayang yang mendamaikan, usahakan saat ia pulang sekolah sambutlah dengan senyuman hangat dan manis, dan usahakan untuk membaca Al-Qur’an ketika dia pulang, setidaknya saat pertama kali pulang masuk rumah, ia melihat suasana ibunya sedang bercengkrama dengan Al-Qur’an, hal tersebut menandakan bahwa ibunya sangat dekat dengan Al-Qur’an 

4.Dengarkan anak-anak kita dengan Lantunan Ayat Suci AL-Qur’an melalui Audio/Murottak setiap hari 

     Dengan memperdengarkan anak kita dengan murottal Al-Qur’an setiap hari, In syaallah lambat laun Allah akan menggerakkan hatinya untuk mencintai Al-Qur’an, karena setiap hari ia sudah terbiasa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an Demikianlah sedikit tips dari saya, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua, terlebih untuk pribadi penulis agar bisa menjadi lebih baik. Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

Galau di Usia 20 tahun an Karena Belum Mencapai Suatu Hal dalam Hidupmu? Baca Artikel Berikut! (Belajar Bersyukur Part I)

         Usia 20 tahun an tapi hidup masih gitu-gitu aja, merupakan sebuah goncangan terdahsyat dalam hidup kita, apalagi saat teman-teman sebaya kita sudah pada mencapai kesuksesan dengan karir mereka masing-masing, rasanya pengen jungkir balik saja wkwkwkwk     Sahabatku, usia 20 tahun merupakan masa pendewasaan kita yang pertama, setelah kita melalui masa pencarian jati diri kita di usia sebelum menginjak yang ke-20.    Memang, di usia ini kebanyakan diantara kita ada yang sudah mencapai karir kesuksesan dari jalan hidup masing-masing, ada pula yang masih harus berjuang untuk menggapainya atau bahkan mungkin diantara kita ada yang baru saja memulainya atau justru belum memulai sama sekali.   Setiap individu memiliki karakter dan pencapaian masing-masing dari jalan hidup yang harus kita lalui. Kemana arus dari perjalanan hidup kita sesungguhnya itulah yang saat ini harus mulai kita renungkan dan berusaha untuk melangkah den...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta