Skip to main content

Posts

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

JIWA IKHLAS MEMBAWA SEJAHTERA

Berkat ajaran Al-Qur'an yang disampaikan Rasulullah SAW, maka keadaan umat yang pada mulanya dihinggapi penyakit ruhani yang sudah sekarat itu, dalam masa beberapa tahun saja telah berbalik menjadi umat pembina negara yang berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa, umat yang berjiwa pahlawan dan pelopor dalam segala macam pembangunan yang mengagumkan para ahli sejarah dunia sampai sekng ini. Umat yang pada mulanya terpecah-pecah menjadi 360 kabilah/partai/golongan yang selalu bercakaran, bermusuhan, daa n saling berebutan pengaruh dan kedudukan, akhirnya menjelma menjadi umat yang satu, umat yang bersaudara yang mengarahkan tujuannya diatas kepentingan bersama demi kesejahteraan hidup bersama tanpa memandang kulit dan bulu, antara pria dan wanita, kesemuanya didasarkan atas ketaqwaan kepada Allah semata, untuk mencapai kebahagiaan hidup bersama baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT : وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ...

Begini Cara Mengajak Anak agar Mencintai Al-Qur’an

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fid.pinterest.com%2Flhiyalhi%2Fgambar-anak-mengaji%2F&psig=AOvVaw2qday9CP0VvxKgWMrdjIR_&ust=1765503478031000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CBIQjRxqFwoTCIDr7JKztJEDFQAAAAAdAAAAABAE Sebagai orang tua, tentulah kita mengharapkan yang terbaik untuk buah hati kita, agar buah hati kita menjadi anak yang sholih sholihah, yang bisa berguna untuk agama, bangsa dan negara, menjadi anak yang bisa menjadi contoh dan panutan untuk adik-adiknya, menjadi anak yang berkepribadian luhur sebagaimana yang Rasul ajarkan kepada umatnya. Menjadi orang tua muslim, pastilah mendambakan sang buah hati bisa mencintai Rabb nya, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai Al-Qur’an. Terlebih saat buah hati tersebut bisa menghfal Al-Qur’an, tentulah menjadi kebahagiaan terdahsyat dalam hati orang tua tersebut, karena sebagaimana yang kita ketahui bersama tentang keutamaan orang mencintai Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an dan menghafalkanny...

Begini Cara Mengajak Anak agar Mencintai Al-Qur’an

Penulis : Bintun Nuqthoh         Sebagai orang tua, tentulah kita mengharapkan yang terbaik untuk buah hati kita, agar buah hati kita menjadi anak yang sholih sholihah, yang bisa berguna untuk agama, bangsa dan negara, menjadi anak yang bisa menjadi contoh dan panutan untuk adik-adiknya, menjadi anak yang berkepribadian luhur sebagaimana yang Rasul ajarkan kepada umatnya.  Menjadi orang tua muslim, pastilah mendambakan sang buah hati bisa mencintai Rabb nya, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai Al-Qur’an. Terlebih saat buah hati tersebut bisa menghfal Al-Qur’an, tentulah menjadi kebahagiaan terdahsyat dalam hati orang tua tersebut, karena sebagaimana yang kita ketahui bersama tentang keutamaan orang mencintai Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, maka ia akan datang kepada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.  Dan dengan kemuliaan Al-Qur’an bagi para penghafalnya, kelak ia bisa menjadi syafa’at dan bisa menolon...

Cinta Sejati adalah Kerinduan Pada Sang Khaliq

      Cinta, anak muda menyebutnya cinta itu seperti permen nano-nano, yang berjuta-juta rasanya, ada juga yang menafsirkan cinta itu seperti pelangi, berwarna-warni dan indah. Seseorang yang terlarut dalam makna cinta juga akan mengatakan bahwa cinta itu buta, sampai-sampai tak nampak antara warna putih dan hitam, bagi mereka semua nampak sama. Seseorang yang penuh dengan ketulusan cinta juga mengatakan bahwa cinta adalah sebuah pengorbanan, karena cinta tak harus memiliki, bagi mereka sang pengorban cinta mengatakan kebahagiaan cinta yang sesungguhnya adalah tatkala melihat orang yang dicintainya nampak bahagia meski tak bersanding dengannya.        Sungguh unik makna dari cinta, semua orang boleh menafsirkan makna cinta dengan versi mereka masing-masing. Karena hanya cintalah yang tahu makna cinta dan percintaan.         Berbicara tentang cinta, tak akan ada habisnya untuk menuntaskan sampai akar-akarnya, karena cinta...

Guru Kesabaran Terbaik

        Sejatinya hidup adalah belajar, belajar menjadi insan dan seorang hamba yang terbaik untuk Tuannya, Allah ‘Azza wa Jalla. Belajar dalam setiap jengkal takdir yang menyapa, belajar tentang keikhlasan saat takdir tak sesuai dengan yang kita harapkan, belajar tentang ketegaran, saat takdir mengharuskan kita untuk tegar dalam setiap problem yang harus kita hadapi dan selesaikan dengan sebaik mungkin, belajar untuk tetap tegar dan teguh pendirian saat kita tersakiti, saat kita lemah, belajar untuk menjadi pribadi yang tawadhu’ sebagaimana yang diajarkan Baginda Nabi Muhammad SAW dan belajar hal lainnya lain yang tak bisa saya sebutkan satu per satu, belajar tentang karakter hidup yang telah diajarkan Baginda Nabi Muhammad SAW agar menjadi manusia yang berakhlaqul karimah      Ya, seperti halnya yang sudah sedikit saya singgung diatas, bahwa sejatinya kita hidup harus belajar, belajar tentang kehidupan bukan hanya pengetahuan, jika k...

Dahsyatnya Bersholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

      Kisah ini diambil dari Al-Alim Asy-Syeikh Husna Syarif, seorang ulama’ Besar di Mesir, beliau bercerita tentang seorang yang terbelit banyak hutang ditengah kubangan kemiskinannya.        Dahulu, dia adalah orang yang sangat kaya raya namun jatuh bangkrut sampai terbelit hutang dimana-mana. Setiap hari rumahnya penuh dengan orang yang menagih hutang. Akhirnya, ia terpaksa pergi menjumpai seorang saudagar kaya dan meminjam uang sebanyak 500 dinar. Saking terkenalnya kebangkrutannya dan sudah banyak hurang sampai-sampai saudagar ini bertanya “Kira-kira, kapan anda akan melunasi pinjaman ini?” “Minggu depan tuan” Jawabnya singkat Ia pun berhasil meminjam hutang lalu pulang dengan 500 dinar digenggamannya. Uang itu segera ia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang kepadanya sampai 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali.          Hari demi hari ia bertambah sulit dan terp...