Skip to main content

Jika Hatimu Bersih, Nak


Jika hatimu bersih, Nak, 
bagaimanapun lika-liku perjalanan hidup yang harus kamu tempuh, mau seterjal apapun jalan yang harus kamu ambil dan kamu jalani, mau sebanyak apapun kerikil bahkan batu yang datang silih berganti yang mungkin saja akan melukai dirimu, mau sekencang apapun angin bahkan badai yang menghampiri, kamu akan tetap bahagia, kamu akan terus tersenyum dengan tulus dan ikhlas, kamu akan selalu ridho dengan apa yang telah menjadi bagian dari perjalanan yang harus kamu tempuh. 

Karena pencapaian dan kebahagiaanmu bukan terletak pada apa dan bagaimana kata orang disekitarmu terhadap dirimu, melainkan tentang apa dan bagaimana kata Allah dan Rasulullah terhadapmu.
Apakah Allah ridho kepadamu sebagai hamba-Nya? 
Apakah Rasulullah bangga mengakuimu sebagai umat-Nya? 

Jika hatimu bersih, Nak, 
kamu akan menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan saat yang menjadi harapan dan tujuanmu hanyalah Allah dan Rasul-Nya.

Namun saat harapan dan tujuanmu mulai bergeser, Nak, 
kamu akan menjalani hidup ini dengan penuh kekhawatiran, kamu akan capek dengan semua yang telah kamu lalui, kamu akan tumbang dan putus asa, hidupmu akan terus sengsara

Saat jalan yang kau tempuh kini serasa sulit, penuh dengan keluh kesah & jauh dari kebahagiaan, 
Mungkin saja dalam hatimu terdapat noda dan sampah berserakan yang belum sempat kamu bersihkan.

Lantas bagaimana dirimu kini dalam menjalani sisa usiamu, Nak? 
Tanyakan kembali kepada hatimu

Sugihwaras, 11 November 2021
Al-Faqiroh, Bintun Nuqthoh ✍🏻🥀

Comments

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Begini Cara Mengajak Anak agar Mencintai Al-Qur’an

Penulis : Bintun Nuqthoh         Sebagai orang tua, tentulah kita mengharapkan yang terbaik untuk buah hati kita, agar buah hati kita menjadi anak yang sholih sholihah, yang bisa berguna untuk agama, bangsa dan negara, menjadi anak yang bisa menjadi contoh dan panutan untuk adik-adiknya, menjadi anak yang berkepribadian luhur sebagaimana yang Rasul ajarkan kepada umatnya.  Menjadi orang tua muslim, pastilah mendambakan sang buah hati bisa mencintai Rabb nya, mencintai Rasul-Nya, dan mencintai Al-Qur’an. Terlebih saat buah hati tersebut bisa menghfal Al-Qur’an, tentulah menjadi kebahagiaan terdahsyat dalam hati orang tua tersebut, karena sebagaimana yang kita ketahui bersama tentang keutamaan orang mencintai Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya, maka ia akan datang kepada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya.  Dan dengan kemuliaan Al-Qur’an bagi para penghafalnya, kelak ia bisa menjadi syafa’at dan bisa menolon...