Skip to main content

Agar Hidup Selezat Pizza


Semua manusia tentunya ingin agar hidupnya bahagia, hidup dalam keindahan, hidup dalam kemanisan seperti madu, dan selezat pizza. Namun, justru karena kita mengejar kebahagiaan kita lupa akan hakikat bahagia, hingga kita hanya hidup dalam keindahan angan, dan tanpa kita sadari karena mengejar kebagiaan yang kita cari, kita alpa akan kehidupan orang-orang disekitar kita. Berbuat seenaknya saja tanpa memikirkan orang lain.
Justru hal itulah yang sangat membahagiakan, bagaimana tidak? Bukankah kebahagiaan itu indah dan saling berbagi, bukan saling mendlolimi satu sama lian. Nah sahabat kali ini saya membawa beberapa tips agar hidup kita indah, hidup yang selezat pizza, berikut penjelasannya :
1. Bersyukur
Hal pertama dan utama agar hidup kita menjadi lezat adalah Bersyukur, apapun yang kita jalani, sebrat apapun masalah kita, sebab seberat-berat masalah yang kita jalani saat ini masih ada manusia diluar sana yang diuji dengan permasalahan yang jauh lebih sulit dari kita. Ingat dengan bersyukur akan menjadikan hati kita tentran, nyaman dan damai
2. Berbagi
Untuk bisa merih kenikmatan hidup, usahakan sering-seringlah berbagi. Dengan berbagi kita akan memiliki banyak teman, mempererat tali shillaturrahim, lawan akan menjadi kawan dan yang paling penting, dengan berbagi akan menciptakan kepuasan batin tersendiri, yang nantinya akan menimbulkan sikap bersyukur dalam diri kita
3. Teruslah Tersenyum
Sahabat Ucers, tahukah kalian bahwa dengan senyuman akan menurunkan emosi kita. Percaya nggak? Coba aja. Kalau kita lagi sedih, kecewa, emosi cobalah untuk berdiri didepan cermin, tatap wajah kalian dan tersenyumlah. Katakan pada diri kalian, bahwa hidup kalian lebih indah untuk ditangisi. Kesedihan yang menimpa kita akan hilang pada waktunya, malam akan hilang dan mentari akan datang untuk bersinar terang.
4. Jalin Shillaturrahim dengan sesama, terutama kerabat
Menjalin shillaturrahim merupakan perbuatan yang mulia, dengan merekatkan hubungan shillaturrahim, hubungan yang awalnya renggang akan menjadi rekat kembali, dan disitulah letak kenikmatan hidup kita, akan semakin banyak kawan, semakin banyak saudara dan saling merangkul dalam satu kesatuan persaudaraan.
5. Teruslah Berdo’a & Perbaiki setiap Kesalahan kita
Manusia tak luput dari kata salah dan alpa, sebab itulah fitrah sebagai manusia. Namun, sebaik-baik manusia ketika ia sadar akan setiap kesalahannya dan berusaha untuk memperbaikinya. Berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik & senantiasa berdo’a kepada Sang Pencipta, dengan begitu nikmat batin kita akan terpenuhi.

Comments

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta