Skip to main content

AKU CEMBURU


Aku cemburu pada mereka yang dengan indahnya melantunkan Kalam Suci llahi dengan damai
Aku Cemburu, pada mereka yang sanggup melantuntan bait-bait surat cinta dari Rabb dengan merdu
Aku cemburu pada mereka yang dengan mudahnya bercumbu rayu melepas segala rindu dan cinta kepada kekasih hati yang  setiap kali menemani hari
Aku cemburu pada mereka yang bisa menjadikan Kalam Ilahi sebagai sahabat sejati bahkan hingga kekasih hati yang senantiasa dirindu saat sehari berlalu tanpa berkhalwat dengannya
Aku cemburu pada mereka yang Allah mudahkan takdirnya untuk membaca ayat demi ayat, hingga beranjak juz menuju juz dengan lancar dan indah, meski mata tak melihat namun hati senantiasa terjaga untuk mengingatnya, untuk mengamalkan isinya
Aku cemburu pada mereka yang pikirannya terisi Kalam-Kalam suci, hatinya terpikat oleh Al-Quranul Karim, dan tindakannya selaras dengan  apa yang menjadi pemikiran dan hatinya, berhias dengan Al-Qur'an, hidup dengan penuh keberkahan Al-Qur'an

Lantas, dimana posisi diri ini? Saat diluar sana Hamba-Nya berlomba-lomba untuk menapaki langkah sejengkal demi sejengkal untuk meraih mahabbah dan Ridho-Nya dengan berusaha mencintai AL-Qur'an?
Dimana posisi hati ini, saat Al-Qur'an telah menanti dalam tempat yang begitu tersusun rapi agar jemari mengambil dan lisan melantunkan dengan sangat indah diwaktu siang dan malam, disaat suka maupun duka, disaat sendiri maupun bersama-sama?

Sungguh aku cemburu, aku teramat sangat cemburu pada mereka yang Allah mudahkan hatinya, Allah mudahkan pikirannya, Allah mudahkan lisannya, Allah mudahkan tangan dan langkahnya untuk berkhalwat bersama Al-Qur'an, melantunkan ayat suci dengan teramat sangat merdu, dengan tenang, dengan damai tanpa ada satu pun hal yang mengusiknya

Dan aku cemburu pada mereka yang dengan diamnya berdzikir dengan lantunan Ayat Suci Al-Qur'an, dengan prilakunya mencerminkan Akhlaq Qur'ani, dengan diamnya tersimpan keteduhan hati dan ketenangan jiwa. 

Aku cemburu pada mereka yang tiada disibukkan dengan dunia, hatinya tak terpikat sedikitpun oleh hingar bingar dunia, yang ia rindukan hanyalah buah cinta dari sang Maha Cinta dengan mencintai Kalam-Nya yang Mulia dan Rasul-Nya. 

Namun apalah daya diri, aku hanyalah hamba, aku hanyalah sang abdi yang hanya bisa melakukan apapun yang terbaik berdasarkan skenario Yang Maha Kuasa, belajar melakukan yang terbaik dengan penuh pengharapan diri dan keikhlasan hati.


Comments

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta