Skip to main content

Belajar dari Sebuah Pensil

     



 Belajar bisa dilakukan dimana saja, baik dari pengalaman, belajar dari orang lain maupun belajar dari lingkungan sekitar. Karena hidup adalah belajar, dari manapun tempatnya, dari siapapun orangnya kita akan bisa menemukan sebuah ilmu baru jika kita mau untuk belajar. Nah, sahabat, Jika mendengar belajar dari pensil mungkin kita akan heran, kita akan berpikir keras, bagaimana mungkin belajar dari alat yang kita pakai, rasanya aneh pastinya. Tapi tunggu dulu, sebelum memvonis aneh, baca dibawah ini dulu.

1. Pensil Butuh Penggerak

Pensil bisa menulis apapun, bisa menggambar apapun, dia bisa menghasilkan karya yang hebat, karya yang indah, bahkan bisa membuat terkenal. Tapi perlu diketahui bahwa, pensil tidak bisa menghasilkan karya tanpa tangan penggerak. Layaknya seperti manusia, manusia tidak bisa bergerak, tidak bisa berkarya tanpa ada yang menggerakkan. Dan DIA lah ALLAH yang menggerakkan manusia, yang memberi ide, yang memberi kemampuan, memberi kekuatan, kesehatan dan nikmat yang sangat banyak sekali.

2. Pensil Perlu Diraut

Pensil butuh berhenti untuk meneruskan kerjanya, ia butuh untuk diraut agar kembali tajam, mungkin rautan tersebut akan menyakiti pensil, membuat pensil kesakitan, menangis dan merasa kehilangan. Tapi setelah rautan itu selesai pensil akan kembali tajam, ia kembali kuat dan siap digunakan untuk bekerja. Seperti manusia, dalam hidup akan mendapat ujian, cobaan, sakit dan kehilangan, tapi setelah itu justru menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih siap dan lebih dewasa dalam menjalani hidup.

3. Kesempatan Menghapus

Pensil memberikan kita kesempatan untuk menghapus kesalahan yang kita buat. Kita pun mampu membersihkannya dengan maksimal dan diganti dengan hal yang benar. Dalam hidup, jika kamu mempunyai banyak kesalahan tentu selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya dengan melakukan kebaikan dan itu bukanlah hal yang jelek, tidak perlu malu, kita hapus saja dan berusaha lebih baik lagi.

4. Bagian Terpenting

Bagian terpenting dari pensil adalah arang nya, bagian dalamnya, bukan bagian luarnya. Seperti halnya manusia, yang terpenting bukanlah wajahnya, bukan penampilannya tapi hatinya, budi pekerti nya dan bagaimana dia bermanfaat bagi orang lain.

5. Meninggalkan Jejak

Setiap coretan pensil pasti akan meninggalkan jejak atau goresan, maka seperti hidup manusia juga dimana-mana dalam berbuat pasti meninggalkan jejak, goresan ataupun kenangan, maka kita harus berhati-hati dalam berbuat dan semua tindakan kita.

Tentu jika kita mau belajar filosofi dari pensil ini hidup menjadi lebih tenang dan terarah, semoga bermanfaat.

Sumber : www.tandapagar.com

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Galau di Usia 20 tahun an Karena Belum Mencapai Suatu Hal dalam Hidupmu? Baca Artikel Berikut! (Belajar Bersyukur Part I)

         Usia 20 tahun an tapi hidup masih gitu-gitu aja, merupakan sebuah goncangan terdahsyat dalam hidup kita, apalagi saat teman-teman sebaya kita sudah pada mencapai kesuksesan dengan karir mereka masing-masing, rasanya pengen jungkir balik saja wkwkwkwk     Sahabatku, usia 20 tahun merupakan masa pendewasaan kita yang pertama, setelah kita melalui masa pencarian jati diri kita di usia sebelum menginjak yang ke-20.    Memang, di usia ini kebanyakan diantara kita ada yang sudah mencapai karir kesuksesan dari jalan hidup masing-masing, ada pula yang masih harus berjuang untuk menggapainya atau bahkan mungkin diantara kita ada yang baru saja memulainya atau justru belum memulai sama sekali.   Setiap individu memiliki karakter dan pencapaian masing-masing dari jalan hidup yang harus kita lalui. Kemana arus dari perjalanan hidup kita sesungguhnya itulah yang saat ini harus mulai kita renungkan dan berusaha untuk melangkah den...