Skip to main content

Agar Hati Jatuh Cinta Pada AL-Quran


 Mencintai Al-Qur’an? Setiap orang yang beriman tentunya ingin memiliki hati yang senantiasa mencintai Al-Qur’an, hati yang kerap kali merindukan dan dirindukan Al-Qur’an, menjadikan Al-Quran sebagai sahabat dan belahan jiwanya, sungguh tiada nikmat terindah saat iman kita telah tumbuh keatas hingga hati kita begitu bersih dan suci untuk menembus cinta-Nya dengan mencintai kalam-Nya. Adakah kenikmatan terindah melainkan ini?

Sahabatku, saat iman kita mulai melemah hingga hati kita merasa begitu jauh dengan Al-Qur’an, ketahuilah saat itu sejatinya hati kita mulai mengeras, perlahan namun tanpa kita menyadarinya, karena nafsu dan syaitan teramat sangat lembut merayu dan membujuk hati kita agar kita terlena oleh kenikmatan fana, nikmat pada dunia.

Sahabatku, saat hati kita mulai mengeras, saat kita tak lagi butuh nasihat orang sekitar kita, saat kita mulai merasa bahwa diri kitalah yang paling benar, ketahuilah disaat itu juga mata hati kita sudah tertutup oleh gemerlap dunia, hati kita sudah mengeras laksana batu dan gelap laksana malam yang pekat

Apakah semua itu bisa kita carikan obatnya? Lantas bagaimana cara kita untuk mengobati hati yang telah mengeras, hati yang telah gelap gulita, dan iman yang mulai redup? Tentunya semua penyakit akan ada obatnya selain mati, begitu juga dengan penyakit hati. Merasa diri lebih baik dari orang lain, ingin selalu mendapatkan pujian dan sanjungan dari orang lain, dan tidak mau menerima nasihat orang lain, itulah merupakan beberapa bentuk penyakit hati kita. Penyakit yang akan menggerogoti daging kita perlahan, tanpa kita menyadarinya, penyakit yang akan melalaikan kita hakikat dari seorang hamba. Na’udzubillah

Sahabatku, kali ini izinkan saya berbagi beberapa tips agar hati kita jatuh cinta pada Al-Qur’an, semoga dengan beberapa tips yang akan saya tulis ini, dapat bermanfaat untuk pribadi penulis khususnya sebagai pengingat diri & kepada seluruh pembaca pada umumnya, agar hati kita senantiasa meleleh dan melembut oleh keagungan cinta-Nya dengan mencintai Kalam-Nya.

Berikut tips agar hati jatuh cinta kepada Al-Qur’an :

1. Usahakan Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Biasakan diri kita untuk belajar disiplin dalam membaca Al-Qur’an setiap hari. Usahakan setiap hari minimal membaca 1 juz secara konsisten, jika belum bisa 1/2 juz, jika belum bisa lagi minimal 1 halaman. Luangkanlah waktu untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, karena dengan membaca Al-Qur’an akan menjadikan hati kita lebih tenang dan bercahaya.

2. Latih Diri dengan Mentadabburi Isi Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an mungkin merupakan hal yang biasa kita lakukan, namun saat kita mampu untuk membaca dan berusaha untuk mentadabburinya, maka akan ada yang berbeda dengan hati kita, dan hati kita akan menjadi jauh-jauh lebih tenang, lebih nyaman dan merasa tentram. Setelah kita bisa konsisten membaca Al-Qur’an, latih kembali hati kita untuk berusaha mentadabburi isi Al-Qur’an, mudah-mudahan dengan kita mentadabburi isi Al-Qur’an, Allah mengisi hati kita dengan mencintai Al-Qur’an.

3. Jadikan Al-Qur’an sebagai Sahabat dan Kekasih Hati

Menjadi sahabat Al-Qur’an, berarti berusaha untuk senantiasa bersama Al-Qur’an baik dikala suka maupun duka, dikala sendiri maupun bersama, kita lalui hari-hari kita dengan Al-Qur’an

Comments

  1. Minta doanya semoga aku bisa Deket sama Al Qur'an 😢🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin yaa Mujiibas Saa'iliin... Semoga Allah mudahkan langkah kakak dalam kebaikan.

      Terima kasih kak sudah berkenan mampir. Salam literasi 😊✍

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta