Skip to main content

Membumikan Cinta, Melangitkan Do’a



      Cinta, satu kata yang tak asing lagi dalam hati setiap insan, yang mana karena cinta akal terbaring tak berdaya, bagaikan keledai terbaring dalam lumpur, karena cinta, manusia yang bertuan, bagai seorang abdi dalam pangkuan cinta, karena cinta hati berkelana dalam keindahan dan keharuman cinta yang semerbak harum menawan. Cinta sendirilah yang bisa menafsirkan makna cinta dan percintaan
       Saat cinta menyapa dalam setiap detak jantung insan, mengalir bersama darah dan urat nadi keseluruh tubuh, tiada lagi yang sanggup menolaknya, karena cinta datang tanpa permisi dan pergi tanpa izin pamit kepada sang pemilik hati, cinta memanglah unik tuk dibicarakan. Namun tiada romantis terdahsyat saat cinta yang mengalir bersama aliran urat nadi, membawa pemilik cinta dalam kecintaan yang haqiqi, cinta yang dibaluti dengan untaian do’a-do’a yang suci tanpa sepengetahuan pemilik hati. Sungguh adakah yang lebih romantis dari ini? Saat diluar sana banyak pengejar cinta untuk berbondong-bondong mengungkapkan cinta, berbondong-bondong untuk mengejar cinta, berlomba-lomba untuk menebar cinta, namun ada seorang lelaki dan wanita yang lebih memilih untuk diam seribu bahasa dalam menafikan makna cinta.

       Adakah yang lebih indah dari ini, saat seorang lelaki dengan diamnya memperhatikan cinta yang begitu lembut dan anggun dalam diamnya tanpa diketahui oleh siapapun melainkan dirinya dan Rabb nya, cinta yang dibungkus dengan balutan keimanan dan keikhlasan. Cinta yang membawanya menjadi lebih dekat dengan sang pencipta, cinta yang dibungkus dan dibingkai dengan lantunan do’a-do’a di sepertiga malam terakhir. Karena ia memilih untuk menjaga kesucian makna cinta sebelum cinta itu halal baginya, sungguh tiada cinta terindah melainkan cinta yang dijaga dan disandarkan kepada Sang Maha CInta, cinta yang bisa mengantarkan pemilik hatinya menjadi hamba yang lebih dekat dengan Rabb nya,
        Duhai sang pengembara cinta, mari kita telaah kembali dalam hati kita masing-masing, cinta yang seperti apa yang kita cari, apakah cinta semu yang mengantarkan kebada kebahagiaan semu dan angan belaka? Ataukah cinta yang akan membawa kita menuju pribadi yang lebih baik, menjadi manusia yang seutuhnya, bukan sebagai budak cinta?
        Duhai hati sang pengembara cinta, mungkin cinta yang saat ini bersemayam dalam lubuk hati kita telah menguasai hati dan pikiran kita, dan mempengaruhi tindakan dan karakter kita, namun bawalah cinta itu kepada Sang Maha Cinta, kita titipkan cinta itu kepada Sang Maha Cinta, biarkan cinta itu terbang bersama burung-burung dan kupu-kupu diatas awan, biarkan cinta itu mengalir laksana air bersama ombak dan dedaunan, hiasi cinta itu dengan untaian do’a-do’a terbaik kita, bawa cinta itu bersama lantunan do’a suci, kelak saat Rabb telah menentukan waktu terbaik untuk mempersatykan cinta kita dengan pemilik sejati cinta itu, semua akan indah pada waktunya, bahkan penantian kita akan menjadi penantian terindah sepanjang hidup kita, penantian dalam menjemput cinta yang sesungguhnya sebagai pemilik tulang rusuk kita. Karena cinta hadir bukan untuk menghancurkan, namun cinta untuk mendamaikan dan mempersatukan, cinta bukan untuk diumbar dan ditebar dengan mudahnya, melainkan butuh perjuangan dalam menjaga kesucian cinta. Semoga bermanfaat


#Challange6ODOP
#Day6
#OneDayOnePost

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta