Skip to main content

Rindu Baginda Nabi


   Kala rindu sudah merasuk kedalam sukma, mengalir bersama darah menuju urat nadi, hanya bisa menanti apa yang dirindu, menanti dengan penuh cinta dan pengharapan, lidah basah oleh lantunan sholawat, berharap sampai kepada sang kekasih yang telah lama dinanti, yang begitu dahsyat dirindui tuk bisa berjumpa meski hanya tuk tegur sapa.
   Rindu ini begitu dahsyat, memancar bagai pancaran rembulan, indah dan mendamaikan, tiada kerinduan terindah dan terbaik selain rindu dengan sang Tauladan Insan, Baginda Nabi Muhammad SAW, kerinduan yang menjadikan manusia lebih baik, dengan segenap hati dan raga tuk mencontoh setiap perangai indah yang telah beliau lukiskan dalam sejarah, menjadj tauladan terbaik dalam bertingkah dimanapun, kapanpun, dengan siapapun dan dalam posisi apapun.
   Ya, saat hati sudah berkata rindu kepada Baginda Nabi, secara spontan lisan akan basah oleh dzikrullah & lantunan sholawat, dan dengan mudahnya lisan akan menjaga tuk tidak berucap yang tak pantas, berucap yang bisa menyanyitkan setiap telinga yang mendengar, sebagaimana akhlaq Baginda Nabi yang senantiasa berkata baik dan benar,. Dengan hasrat rindu yang menggebu, tangan dan kaki dengan spontan akan meniru setiap prilaku Baginda Nabi, menjaga untuk tidak mendzalimi, dan berusaha untuk senantiasa menebar manfaat kepada siapa saja yang ditemui.
   Berbahagialah bagi mereka yang dalam hatinya Allah anugerahkan rasa cinta dan kerinduan kepada Baginda Nabi meski hanya sedikit, meski hanya sesaat, karena diantara sekian hamba-hamba-Nya di dunia ini, hanya hamba terpilih-Nya yang didalam hatinya diberikan kecintaan dan kerinduan kepada Baginda.
    Berbahagialah bagi mereka yang Allah mudahkan setiap langkah dan gerak-geriknya untuk mencontoh akhlaq Baginda Nabi, dengan keindahan akhlaq dan budi pekerti yang menyejukkan sukma, menjadikan manusia berada dalam kebahagiaan hakiki, bahagia dengan ketenangan hati & bahagia dengan kehangatan cinta sesama makhluq-Nya
  Semoga Allah SWT memilih hati ini untuk merasakan indahnya merindukan Baginda Nabi, dan memudahkan hati dan badan ini untuk meneladani setiap akhlaq Baginda tuk mewarnai hari di dunia.

Allahumma sholli wasallim 'Alaa sayyidinaa wamaulaanaa Muhammadin wa'alaa aalihii washohbihi wasallim 'Ajma'iin...

#Challange1ODOP
#IstiqomahMenulis
#OneDayOnePost

Comments

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta