Skip to main content

Surat Untuk Baginda Nabi


Kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, Rasulullah, Kekasih Allah, Pemimpin Umat, surat ini kupersembahkan untukmu dengan tanpa mengurangi ta'dzim ku kepadamu.

      Syukurku tiada tara tatkala ibu melahirkan ku kedunia membawa iman, mengajarkanku syari'at islam, mengenalkanku kepada Sang Pencipta dan Kekasih-Nya, mengajarkanku bagaimana menjalankan Sunnahmu. Aku kagum atas keindahan akhlaq yang menawan, kejujuran yang menjadi karakter, keindahan tutur kata yang senantiasa menghangatkan kalbu.

        Duhai Nabi, dengan segala kecintaanmu kepada kami, dengan segala perjuangan dan kegigihammu dalam dakwah yang menghasilkan cucuran keringat, air mata dan darah, dengan segala kerinduanmu yang terdalam kepada seluruh umatmu, cinta ini akan senantiasa tumbuh dan mengakar hingga perjumpaan yang dinanti-nanti.

       Duhai Nabi, terima kasih atas segala kasih sayangmu kepada kami seluruh umatmu, pengorbananmu begitu dahsyat, cintamu begitu indah hingga dengan ikhlas kau kelak kan memberikan syafa'at untuk umat di akhirat.

      Duhai Kekasih Allah, maafkan diri atas segala cela dan khilaf yang kian membaluti diri, maafkan atas segala alpa yang acuh akan sunnah dan syari'at yang telah kau ajarkan, maafkan atas segala kebodohan dan kefakiran yang tak pernah belajar akan keindahan Sunnah yang kau tauladankan.

     Yaa Rasulullah.. Yaa Habiballah...
     Rindu ini kian menyayat hati, cinta ini kian tumbuh mengakar meski badai dan topan senantiasa menyapa tuk rapuhkan dan menumbangkan, namun iman senantiasa menguatkan agar tetap tumbuh menjulang tinggi, berharap perjumpaan abadi kan disapa, berharap syafa'at diakhirat. Rindu ini kian menyayat tuk segera berjumpa. Akankah diri yang lemah iman ini pantas tuk berjumpa dengan kekasih-Nya yang begitu mulia?

    Ya Rasulullah...
     Air mata kerap kali menetes tatkala rindu yang menyayat jiwa, dalam takdir yang tak pasti kan menyapa dikehidupan abadi. Akankah diri bertemu dengan dirimu duhai Nabi? Akankah rindu kan terobati oleh perjumpaan indah disurgawi? Akankah cinta ini kan mekar dalam taman asri di Jannah nanti?
Untaian do'a yang kan menemani resahnya diri semoga perjumpaan itu kan menyapa diri di Surga nanti. Aamiin Allahumma Aamiin

Dari  Sang Perindu Nabi
#Challange9ODOP
#Day9
#OneDayOnePost

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

Galau di Usia 20 tahun an Karena Belum Mencapai Suatu Hal dalam Hidupmu? Baca Artikel Berikut! (Belajar Bersyukur Part I)

         Usia 20 tahun an tapi hidup masih gitu-gitu aja, merupakan sebuah goncangan terdahsyat dalam hidup kita, apalagi saat teman-teman sebaya kita sudah pada mencapai kesuksesan dengan karir mereka masing-masing, rasanya pengen jungkir balik saja wkwkwkwk     Sahabatku, usia 20 tahun merupakan masa pendewasaan kita yang pertama, setelah kita melalui masa pencarian jati diri kita di usia sebelum menginjak yang ke-20.    Memang, di usia ini kebanyakan diantara kita ada yang sudah mencapai karir kesuksesan dari jalan hidup masing-masing, ada pula yang masih harus berjuang untuk menggapainya atau bahkan mungkin diantara kita ada yang baru saja memulainya atau justru belum memulai sama sekali.   Setiap individu memiliki karakter dan pencapaian masing-masing dari jalan hidup yang harus kita lalui. Kemana arus dari perjalanan hidup kita sesungguhnya itulah yang saat ini harus mulai kita renungkan dan berusaha untuk melangkah den...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta