Skip to main content

Menjalani Hidup Lebih Bermakna!



      “Hidup bukan hanya untuk diri sendiri”. Pernahkah sahabat mendengar kata-kata tersebut? Ya, kita diciptakan didunia ini oleh Allah SWT memang bukan hanya untuk bersenang-senang di dunia dengan meluapkan kepuasan nafsu kita. Melainkan ada tujuan tertentu. Tahukah sahabat apa tujuan kita diciptakan di dunia ini? Yap, betul sekali, tujuan kita diciptakan didunia ini diantaranya Menjadi Khalifah di Bumi, Beribadah kepada Allah SWT dengan sebaik-baik ibadah & sebaik-baik amal, Dunia tak lain hanyalah ladang kita menuju akhirat dengan sebaik-baik perbuatan dan mendorong kita untuk fastabiqul khoirot (Berlomba-lomba dalam kebaikan) dan yang terakhir hidup untuk menebar manfaat kepada orang lain. Adakah yang lebih dahsyat dari tujuan tersebut?

      Tahukah sahabat, jika kita melakukan sebuah perjalanan kedalam diri kita sendiri “Inner Journey” maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya diri kita ini sangat mengagumkan, bahwa sesungguhnya hidup kita ini sangat mengagumkan, maka sepantasnya bagi kita untuk menghargai hidup kita, menghargai diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dan hidup penuh makna.

      Lantas, bagaimana menggunakan hidup kita agar lebih bermakna? Bagaimana menghargai hidup yang telah diberikan Allah SWT? Bagaimana agar hidup kita menjadi hidup yang lebih indah? Apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan hidup kita lebih bermakna? Tentu banyak sekali jawaban yang bisa membuat hidup kita lebih bermakna. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghargai hidup yang telah Allah berikan dan menjadikan hidup kita lebih bermakna. Namun, kali ini saya akan berbagi 4 hal yang akan menggugah semangat hidup kita menjadi lebih bermakna. Berikut ulasannya.

1. Mengubah Orientasi Hidup Lebih Memikirkan Orang Lain

      Sahabat Catatan Penaku, mari kita renungkan sejenak, selama kita hidup diusia kita yang sekarang ini, apakah kita sering memikirkan kehidupan diri kita sendiri? Misalnya berfikipir bagaimana memenuhi setiap keinginan diri kita sendiri, ingin pekerjaan lebih baik, ingin karir lebih sukses, ingin mobil mewah, ingin rumah lebih mewah, ingin harta yang melimpah, ingin karir sukses, dan ingin-ingin yang lainnya yang berhubungan dengan diri kita sendiri. Kalau hal itu yang selalu ada dalam pikiran kita, artinya lebih sering memikirkan diri sendiri. Kalau itu yang memenuhi benak pikiran kita, artinya kita hanya berpusat pada diri sendiri dan mementingkan diri sendiri. 

     Dalam buku yang ditulis oleh Eko Jalu Santoso yang berjudul “The Art of Life Revolution” dan diterbitkan oleh Elex Media salah satu cara untuk "merevolusi" hidup kita adalah memulai mengubah pusat hidup kita dengan memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan bagaimana membantu anak-anak yatim agar bisa bersekolah, membantu fakir miskin yang kesulitan membeli sembako, bagaimana membantu memberikan pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita sudah mulai memikirikan orang lain, tidak hanya memikirkan diri sendiri saja. Ini akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan, kebahagiaan dan keberuntungan dalam hidup. 

    2. Meningkatkan Empati Kepada Orang Lain

        Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu cara untuk menghargai hidup kita menjadi lebh bermakna. Bersikap empati berbeda dengan simpati. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain secara emosional dan intelektual. Artinya kita menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang lain. Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang lain.

        Bagaimana caranya ?. Kita dapat memulainya dengan menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan. 

3. Banyak Melepaskan Energi Positif

       Yang dimaksud melepaskan enerrgi positif adalah dalam setiap jam, menit bahkan detik hidup kita senantiasa meakukan hal-hal positif, berfikir positif, memandang apa yang terjadi dalam kehidupan kita dari kacamata positif dan membuang jauh-jauh pikiran-pikiran negatif yang dapat mengahncurkan hidup kita.

       Nah, pernahkah sahabat merasakan kebahagiaan yang luar biasa tatkala mampu melepaskan energi positif, salah satunya dengan menolong orang lain? Yap, itu merupakan salah satu kebahagiaan yang menyentuh aspek spiritual kita. Menolong orang lain adalah sikap positif yang nantinya akan kembali kepada kita berupa hati dan jiwa yang positif. Dan itulah yang dimaksud dengan melepaskan energi positif, dengan kita menolong orang lain, maka energi positif kita sedang kita tularkan untuk orang lain.

      Dan yang perlu kita ingat, alur hidup kita ini lksana cermin, jika kita melepaskan cahaya dari cermin tersebut berupa cahaya positif, maka yang akan kita terima adalah cahaya positif, sebagaimana cermin yang memantulkan cahaya apapun yang diterimanya. Untuk itu mulai saat ini, marilah kita isi hidup kita dengan hal-hal positif & mari kita lepaskan energi positif kita kepada orang disekitar kita.

    4. Hadapkan Wajah Hanya Kepada Allah SWT

     Dan yang terakhir untuk menghargai hidup kita menjadi lebih bermakna adalah dengan menghadapkan wajah kita hanya Kepada Dzat Pemilik kehidupan, yakni Allah SWT. Dengan kita memasrahkan seluruh hidup kita kepada Sang Maha Hidup, maka disitulah letak kita sebagai hamba. Sebab, sehebat-hebatnya diri kita, tak akan ada apa-apanya tanpa adanya kekuatan dari Dzat Yang Maha Memberi Kekuatan. Untuk itulah sangat penting bagi kita untuk menghadapkan diri kita kepada Rabb kita. Dengan menjalani setiap syari’atnya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, berdo’a kepada Dzat Yang Maha Mengabulkan Do’a agar senantiasa membimbing kita menjadi manusia yang lebih bermakna dan hidup kita menjadi lebih berkualitas dari sebelumnya. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam menjalani misi kita hidup di dunia dengan melakukan hal yang dapat memberikan kemanfaatan untuk sesama.


Sumber : Terinspirasi dari Catatatn Blog Azkahikari yang diambil dari Hidup Penuh Makna Oleh Eko Jalu Santoso, Penulis Buku The Art of Life Revolution , Founder Motivasi Nurani Indonesia

Comments

  1. Saved. Jazakillah khairan katsir Mbak untuk tulisan yang amat bermanfaat ini😇🙏

    ReplyDelete
  2. Terima kasih kambali kak. Salam santun. Terima kasih sudah berkenan manpir 😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta