Skip to main content

Mencintai Alam, Mencintai Lingkungan, Menunjukkan Kadar Keimanan Kita Kepada Sang Pencipta

   

     Allah SWT menciptakan manusia sebagai Khalifah dimuka bumi ini, Allah telah memberikan fasilitas demi fasilitas tuk menopang kehidupan di dunia agar manusia bisa meraih amal dengan sebanyak-banyaknya sebagi bekal menuju perkampungan abadi, di akhirat kelak, dan disamping itu jua, Allah ingin menguji hamba-Nya apakah ia bisa menjalankan tugasnya di bumi sebagai seorang Khalifah?
   Berbicara tentang Khalifah, saya teringat dengan kepemimpinan terbaik setelah Baginda Nabi wafat, dimasa kepemimpinan Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan & Ali bin Abi Thalib, keempat khalifah yg diberi petunjuk oleh Allah SWT, menjadi sosok khalifah yang mendamaikan, dan melindungi seluruh rakyatnya, menjadi sosok pemimpin yang  bisa menjaga keamanahannya, mendidik rakyatnya, merawat dan menjaga keamanan bahkan sampai keimanan rakyatnya itulah sosok khalifah terbaik
  Nah, jika manusia sebagai khalifah, artinya kita sebagai manusia juga harus mampu menjaga dengan sebaik-baiknya kondisi bumi kita, merawat dengan sepenuh hati lingkungan dan tanah air kita sebagimana Baginda Nabi memberi tauladan tentang betapa pentingnya sebuah kebersihan
   Salah satu hal kecil untuk menjaga dan merawat lingkungan adalah dengan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuang sampah sembarangan, belajar untuk meletakkan sesuatu pada tempatnya demi menjaga kebersihan & keindahan lingkungan kita
   Mari kita perhatikan lingkungan sekitar kita, di rumah, di sungai, di tempat kerja, dimanapun tempatnya jika masih banyak sampah berceceran, baik saat kemarau maupun saat musim hujan, banyak sekali kita menjumpai sampah terceceran di sekitar kita, terutama sampah PLASTIK, apalagi saat terjadinya musim hujan, sampah yang berceceran BASAH dimana-mana hingga mengakibatkan banyak air menggenang dan menjadi sarang nyamuk
  Nah teman-teman, mari semampu kita untuk meneladani akhlaq Baginda Nabi tentang kebersihan, karena Allah mencintai keindahan Nabi cinta kebersihan & keindahan, sebisa mungkin kita rawat lingkungan kita dengam sebaik-baiknya, mari kita kurangi pencemaran dengan mengurangi sampah PLASTIK, baik dalam kondisi apapun dan dimanapun walau kita terjebak MACET dijalan raya, upayakan untuk tetap membuang sampah pada tempatnya ya 😉

#Tantangan1ODOP
#PlastikBasahMacet
#Day7
#OneDayOnePost

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta