Skip to main content

Menjadi Pelayan Umat yang Excellent


Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa memberikan pelayan terbaik kepada umat, merupakan suatu pekerjaan yang mulia dan merupakan pintu kebaikan bagi siapa saja yang melakukannya dengan sepenuh hati. 

Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 2, yang artinya : “......dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah : 2)

Melalui ayat diatas, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk senantiasa tolong-menolong kepada sesama manusia dalam kebajikan dan takwa, dan Allah melarang kepada kita untuk berbuat sebaliknya. Selanjutnya, apabila kita melanggar ketentuan Allah, maka hukuman akan diberikan kepada mereka yang tidak bertaubat kepada Allah SWT, dan sesungguhnya siksaan Allah sangatlah berat dan pedih.

Sahabat Abu Hurairah RA meriwayatkan sebuah hadits, yang artinya : “Barang siapa menghilangkan (memberikan solusi) kesukaran seorang Mukmin di dunia, maka kelak Allah SWT akan menghilangkan kesukarannya dai hari kiamat. Barang siapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang sedang mengalami kesulitan, maka Allah akan memudahkan urusan duniawi dan akhiratnya. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (keburukannya) di dunia dan akhirat, dan Allah akan senantiasa membantu hanba-Nya selama dia mau membantu saudaranya.”

Hadits tersebut merupakan sebuah motivasi yang dahsyat bagi kita untuk senantiasa menebar dan menanam pohon kebaikan di dunia, melalui sikap kita untuk saling tolong-menolong kepada saudara kita seiman dan seagama, sikap kita untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat, baik berupa materi, harta, ilmu, tutur kata, maupun akhlaq kita yang bisa menghilangkan kesukaran dan kesedihan saudara kita. 

Dan dari hadits tersebut, dapat kita ambil pelajaran untuk senantiasa menutupi aib saudara kita, agar kelak saat di yaumul qiyamah, ketika seluruh amal perbuatan manusia ditampakkan dihadapan seluruh penduduk langit dan bumi, Allah menutupi aib dan keburukan kita saat kita. Aamiin

Yang menjadi pertanyaan besar dalam benak kita saat ini, Lantas apa yang sudah kita berikan kepada orang lain saat ini? Bukankah kita juga ingin meraih keutamaan-keutamaan menjadi seorang pelayan yang baik? 

Nah, sahabat, berbiacara tentang pelayan, sejatinya setiap pekerjaan apapun yang kita lakukan di dunia ini, tak ubahnya hanyalah berprofesi sebagai seorang pelayan. Seorang presiden merupakan pelayan bagi rakyatnya, Pegawai pemerintah merupakan pelayan bagi masyarakatnya, dokter merupakan pelayan bagi pasiennya, guru merupakan pelayan bagi anak didiknya, polisi merupakan pelayan bagi masyarakatnya, ta’mir masjid merupakan pelayan bagi jama’ahnya.


Nah, sekarang izinkan saya untuk berbagi tips agar kita bisa menjadi pelayan yang excellent berdasarkan pengalaman saya yang berprofesi sebagai Guru TK. 

Menjadi pelayan bagi anak-anak TK bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, melainkan membutuhkan proses panjang dan berliku yang didalamnya juga harus ditaburi oleh benih-benih kesabaran dan keikhlasan, agar mereka yang kita layani merasa nyaman, dan bisa mendapatkan ilmu dengan senang dan ceria. 

Berikut beberapa tips dari saya agar kita bisa menjadi pelayan yang excellent :
1. Ciptakan Kesan Pertama yang Positif
    Kesan pertama merupakan hal yang utama yang harus kita perhatikan dalam memberikan pelayanan, karena kesan pertama akan selalu diingat dan memepngaruhi tindakan mereka selanjutnya. Begitupun dengan anak TK, saat kita mampu meberikan kesan pertama yang indah kepada mereka, mereka akan dengan nyaman dan senang saat belajar bersama kita. Sebaliknya, saat kita memberikan kesan pertama yang buruk kepada anak, maka mereka tak akan lagi mau untuk dekat dekat dengan kita. Karena anak-anak sangatlah respect dan peka terhadap apa yang kita lakukan terhadap mereka

2. Bersikap Ramah dan Sopan
       Siapapun pasti akan tenang dan nyaman bila lawan bicara yang kita hadapi bersikap ramah dan sopan, tak terkecuali anak-anak. Saat kita sudah siap untuk menjadi pendidik anak-anak, maka dengan sigap kita juga harus memberikan contoh sikap terbaik kepada mereka. Karena anak cenderung meniru dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakannya

3. Melayani dengan Hati
       Hal yang tak kalah penting lagi adalah “Melayani dengan Hati”. ada sebuah pepatah mengatakan, apapun yang kita lakukan dari hati, niscaya akan sampai ke hati. Untuk itu, sebelum kita terjun ke dunia pelayanan, alangkah lebih baik bagi kita untuk merefresh hati dan niat kita agar senantiasa hanya mengharap Ridho-Nya, agar kita bisa memberikan pelayanan terbaik

4. Jadilah Pribadi yang Bermental Pemberi, Bukan Peminta-Minta
     Saat kita sudah memiliki mental seorang pemberi, maka kita akan bisa memberikan pelayanan terbaik. Mulai saat ini, tanamkan kembali kepada hati dan mindset kita sebuah pertanyaan sebagai prinsip kita sehari-hari, yaitu “Apa yang sudah kita beri hari ini untuk orang lain?” bukanlah sebuah pertanyaan yang secara tidak langsung membawa kita menuju mental peminta-minta, pertanyaan yang sangat sederhana yang mungkin tanpa kita sadari akan terucap dalam lisan kita, yakni “Apa yang sudah saya dapat hari ini?”



    Nah sahabat, itulah tadi beberapa tips saya agar kita bisa menjadi sosok pelayan yang excellent, menjadi pelayan yang terbaik, menjadi pelayan yang senantiasa dirindukan oleh pelanggan kita. 

Satu quote dari saya sebelum mengakhiri tulisan kali ini adalah “Tetaplah berjuang meski tak ada orang yang mengatakanmu sebagai sosok Pejuang, Tetaplah tebar kemanfaatan meski tak ada satupun manusia yang menghargai setiap kebaikan yang kamu lakukan, Tetaplah memberikan yang terbaik karena tak ada kebaikan yang akan sia-sia.” 

Sekian dari saya, mudah-mudahan dapat bermanfaat terkhusus kepada pribadi penulis dan kepada seluruh pembaca pada umumnya. Aamiin

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta