Skip to main content

Resensi Buku AKtifkan Otak Kanan dengan Shalat

Judul Buku : Aktifkan Otak Kanan dengan Shalat
Penulis        : Nor Fadhilah dan A. Yusrianto Elga
Penerbit      : Diva Press
Tahun         : 2012

       Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Nor Fadhilah dan A. Yusrianto Elga yang berjudul "Aktifkan Otak Kanan dengan Shalat", penulis memaparkan tentang rahasia-rahasia kecerdasan otak kanan manusia berkaitan dengan ibadah shalat. Pada Bab pertama, penulis memaparkan fakta tentang otak kanan dan beberapa tips mengaktifkan otak kanan dengan shalat. pada Bab kedua, penulis menjelaskan tentang hubungan shalat dengan kecerdasan otak kanan, yang mana pada bagian ini penulis menjelaskan tentang peran imajinasi dalam shalat dan fakta adanya God Spot (titik Tuhan dalam otak manusia), di bab ketiga, penulis menjelaskan tentang mengaktifkan otak kanan dengan cara memahami gerakan-gerakkan sholat. sedangkan pada bab 5, penulis menjelaskan beberapa tips mengaktifkan otak kanan dengan dengan cara memahami rahasia dibalik diterapkannya waktu-waktu shalat

    Buku ini sangat bagus dibaca sebagai referensi untuk kaum muslimin wabil khusus untuk mereka yang cinta dan haus akan ilmu. buku ini juga sangat cocok dibaca untuk mereka yang ingin berhijrah/memperbaiki diri agar lebih dekat dengan Rabb-Nya dan untuk kalangan mahasiswa dan kaum muda dalam melejitkan kecerdasan otak kanannya
   
    Melalui buku ini juga, bisa menyadarkan kita betapa pentingnya kita melaksanakan ibadah shalat, melalui tatacara melaksanakan shalat, rahasia dibalik waktu shalat hingga rahasia dibalik gerakan shalat, semua mengandung hikmah dan makna yang luar biasa, karena itulah betapa besar rahasia dibalik shalat yng belum kita ketahui, dan dengan buku ini juga bisa semakin meningkatkan ketaqwaan kita kepad Allah SWT, betapa rinci dan detail Allah menciptakan dan mengatur seluruh kehidupan di jagad raya ini. Subhanllah

   Dengan segala kelebihan dan kekurangan dari buku ini, mari bersama-sama kita lahap ilmu demi ilmu dalam buku tersebut dari bab per bab hingga tuntas agar pemahaman dan wawasan kita semakin bertambah. wallahu a'lam bish-showab


#NgodopTantanganPekan3

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta