Skip to main content

NGODOP Tantangan Pekan ke-2

  
      Penulis haruslah memiliki karakter khas. Mengapa? Ibarat disebuah perdagangan, beberapa sales make up sedang menawarkan produk kecantikan ditempat yang sama. dengan antusias mereka menawarkan keunggulan masing-masing produk, nah, tentu persaingan yang terjadi diantara satu sales dengan sales lainnya begitu ketat dan kuat, satu-satunya yang menjadi ketertarikan pembeli akan produk tersebut adalah dengan adanya branded. mengapa? karena branding itu yang akan menjadi kesan pertama seorang calon pembeli, branding yang bagus dengan kemasan yang cantik dan menarik, tentu akan memikat hati orang-orang untuk membeli produk tersebut. Lalu apa hubungannya dengan seorang Penulis? tentu tidak jauh beda bukan? seorang penulis haruslah memiliki branding yang kuat dalam karakter kepenulisannya.  

       Dan bagiku, menulis bukan hanya tentang bagusnya branding dan karakter khas, namun lebih dari itu, menulis adalah untuk memberikan inspirasi, saling berbagi kepada sesama terutama kepada seluruh pembaca. pertama kali aku mulai memilih untuk menykai dunia kepenulisan, aku terinspirasi oleh indahnya bait demi bait yang dirangkai oleh paman dalam sebuah buku yang penuh dengan coretan karya sepulang dari pesantren. ya, paman adalah motivatorku untuk membangun kepercayaan diriku, mmulai mencari bakat dan mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, Beliau memiliki perpustakaan kecil didalam lemari kecilnya dengan beragam judul buku yang menarik mulai dari novel, sejarah, motivasi dll, dan paman juga yang mengajakku untuk menyukai buku dengan membaca, ia menyodorkan satu buku berjudul "UMANG", ya, itu adalah buku kali pertama yang aku baca, sebuah kisah inspiratif seorang pemuda sebatang kara mulai dari perjalanannya saat ditinggal bapak dan ibunya, hingga merantau dari satu pesantren ke pesantren lainnya. dan buku itu yang berhasil mencuri hatiku untuk menyukainya, untuk mencari tahu tentang isi dari satu per satu buku paman di perpustakaan kecilnya. dan sejak saat itu aku mulai suka membaca.

   Setelah melihat coretan puisi paman dalam sebuah buku yang begitu indah dan berhasil memikat hatiku untuk menikmati karya tersebut, hingga diam-diam aku belajar tentang puisi sampai aku bisa menciptakan karya demi karya puisi menjadi 2 buku, namun sayang belum sempat aku merekapnya, buku tersebut sudah lenyap entah kemana. sejak saat itulah aku mulai menekuni dunia menulis dengan menciptakan puisi dan cerpen, dan alhamdulillah ada beberapa puisi dan cerpen saya yang lolos diterbitkan dibeberapa media, itu merupakan suatu kebahagiaan yang tak akan bisa dinilai dengan apapun

    Dengan berjalannya waktu, aku mulai mengenal tentang apa itu artikel dan aku mulai mencoba menulis perlahan, alhamdulillah tulisan artikelku satu demi satu banyak yang diterbitkan di UC News, Doripos, Portal Media dan Majalah Nurul Hayat, karena sudah terlalu sering nuis artikel sampai lupa bagaimana menulis cerpen dan puisi (kalau ini jangan sampai di tiru ya sobat ... wkwkwk) 

    Kalau ditanya pengen menjadi penulis artikel/puisi/cerpen kak? saya akan menjawab, saya ingin menjadi penulis mana yang dibutuhkan, ya, jika dengan karya puisi saya bisa bermanfaat untuk seluruh pembaca, saya ingin berdakwah melalui puisi tersebut, sama halnya dengan artikel dan cerpen bahkan jika Allah menganugerahi saya untuk bisa menulis novel, In syaallah selagi novel itu dapat bermanfaat untuk seluruh pembaca, saya akan berusaha untuk menulisnya. karena bagiku menulis adalah untuk menebarkan manfaat, untuk berdakwah dan sebagai bahan untuk muhasabah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. 


#TantanganPekanKedua
#ODOPBatch7
#OneDayOnePost

Comments

  1. Keren banget Mbak. Penasaran sama tulisanya yang udah melanglang buana di media. Terbaik nih😍

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

MENGHAFAL AL-QUR’AN SEMUDAH TERSENYUM

Menghafal itu susah? Menghafal itu memerlukan waktu yang lama? Menghafal itu melelahkan? Itulah kata-kata yang sering mendesir diarea lubang telinga saya. Benarkah semua yang dikatakan kebanyakan orang-orang? Fakta atau opinikah? Sejenak, mari kita renungkan bersama mengenai kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an yang luar biasa, kisah-kisah yang dapat menginspirasi kita semua sebagai Hamba & MakhluqNya yang lemah tanpa ada kekuatan dariNya. Dimulai dari kisah seorang pemuda buta yang gigih dan memiliki keyakinan serta tekad yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, setiap hari ia dan ayah tercintanya datang kepada gurunya untuk setor meski hanya 1 ayat dengan jarak perjalanan yang lumayan jauh, namun semangat pemuda tersebut tak luntur hanya karena keterbatasan penglihatan dan jarak jauh yang ditempuhnya. Dan Anda tahu pemuda tersebut bisa menghatamkan Al-Qur’an. Ada lagi seorang wanita yang berjuang dalam meraih cita-citanya menghatamkan Al-Qur’an dalam sebuah kampus di daerah kudus. ...

KISAH PENJUAL TAHU

        Ada seorang penjual tahu. Setiap hari ia menjual dagangannya ke pasar. Untuk sampai ke pasar, ia harus naik angkot langganannya.   Dan untuk sampai ke jalan raya, ia harus melewati pematang sawah. Setiap pagi ia selalu berdoa kepada Tuhan agar dagangannya laris.   Begitulah setiap hari, sebelum berangkat berdoa terlebih dahulu dan pulang sore hari. Dagangannya selalu laris manis.            Suatu hari, ketika ia melewati sawah menuju jalan raya utk naik angkot langganannya, entah kenapa tiba2 ia terpeleset kecemplung sawah.   Semua dagangannya jatuh ke sawah, hancur berantakan! Jangankan untung, modal pun buntung!         Setelah kejadian tersebut, ia mengeluh kepada Tuhan, bahkan "menyalahkan" Tuhan, mengapa ia diberi cobaan seperti ini? Padahal ia selalu berdoa setiap pagi.   Akhirnya ia  segera kembali kerumah dan  tidak jadi berdagang.   ...

Munajat

  Diantara sejuta insan beriman Bukankah aku manusia yang cela? Saat imam tersungkur dalam manisnya iman Hempaskan rindu nan dahsyat kepada Sang Pencipta Diantara sejuta Hamba yang mulia Bukankah aku makhluq terhina? Saat Hakim sibuk terbarkan petuah dakwah Bergelut dalam hukum syari’at dan sunnah Diantara sejuta pemuda mulia Bukankah aku manusia yang alpa Saat pemuka kaum berada dalam garda terdepan Berjihad tegakkan panji kemenangan Ringkih hati mengadu kepada Ilahi Angkuh diri berpijak diatas bumi Tertutup noktah selimuti sanubari Lalai akan cela dan aib yang kian pasi Sujud khidmat temani raga berbalut dosa Isak tangis bercucur diatas sajadah cinta Tersungkur diri dalam hati yang gulita Berharap ampun dan Rahmat Sang Pencipta